Categories
Pendidikan

Diferensiasi Barang

Diferensiasi Barang

Diferensiasi
Bersaing adalah memperebutkan pasar yg sama. Ingat lagi bahwa pasar adalah pembeli aktual & pembeli potensial. Oleh karena itu, bersaing itu berarti bagaimana supaya produknyalah yg dibeli, bukan produk pesaing. Tentu harus ada alasan yg masuk akal dari perusahaan agar produknya dibeli oleh konsumen. Kalau produknya sama saja dengan produk pesaing, tidak ada alasan bagi perusahaan utk membujukkan konsumen meninggalkan produk pesaingnya, kecuali kalau harganya lebih murah. Padahal, kalau membedakan produk dari produk lain semata-mata berdasarkan harga, ada resikonya. Pertama, kesan bahwa kualitas produk kita lebih rendah dari pesaing. Kedua, reaksi pesaing bisa membawa ke arah persaingan harga yg merugikan perusahaan. Bisa saja perusahaan kita mengarah persaingan ke arah persaingan harga, asal memiliki sumberdaya yg besar serta proses operasi yg efisien. Ketiga, kalau konsumen tidak sensitif terhadap harga, lupakan saja penurunan harga.
Bagi sebuah perusahaan kecil yg tidak mampu bersaing langsung dengan pemimpin pasar, menghindari persaingan dengan membuat produk yg berbeda merupakan strategi yg jitu. Proses mendesain sejumlah perbedaan yg berarti untuk membedakan produk dari produk pesaing disebut diferensiasi. Memang tidak selalu mudah utk mencari sumber diferensiasi produk. Dalam industri tertentu, mudah mencari perbedaan produk, yaitu dalam hal kemasan & citra (image). Berdasarkan banyaknya sumber diferensiasi serta besarnya setiap diferensiasi, Boston Consulting Grup (BCG) membedakan industri ke dalam 4 golongan, yaitu :

  • Volume industry. Hanya sedikit sumber diferensiasi, tetapi setiap diferensiasi memiliki potensi keunggulan bersaing (competitive advantage) yg besar.
  • Stalemated industry. Hanya sedikit sumber diferensiasi. Ukuran potensi keunggulan bersaing dari setiap diferensiasi kecil lagi.
  • Fragmented Industry. Terdapat banyak sumber diferensiasi, tetapi ukuran potensi keunggulan bersaing dari setiap diferensiasi rendah.
  • Specialized Industry. Terdapat banyak sumber diferensiasi & setiap diferensiasi memiliki potensi keunggulan yg besar. Adapun keunggulan yg besar ini diperoleh karena perbedaan yg ada sulit ditiru oleh pesaing. Atau, daripada meniru pesaing, lebih baiklah perusahaan membuat keunggulan sendiri.

Sumber – sumber diferensiasi barang

a. Diferensiasi Produk Utama

Barang didiferensiasi melalui :
Fitur (feature). Fitur adalah karakteristik-karakteristik yg melengkapi fungsi utama. Titik awal pemikiran soal fitur adalah bahwa produk memiliki tipe standar. Dengan menambahkan karakteristik tertentu, maka akan diperoleh beberapa versi. Perusahaan tidak sekedar memberikan fitur bagi produknya. Pertama, produsen harus tahu fitur apa yg diingin oleh pasar. Kedua, berapa nilai fitur tersebut di mata konsumen. Ketiga, berapa biaya yg dikeluarkan perusahaan utk mengadakan fitur tersebut. Kalau nilai dimata konsumen lebih besar dibanding biaya yg dikeluarkan perusahaan, maka fitur tersebut dianggap efektif.
Kualitas Performa. Performa adalah kemampuan produk memenuhi fungsi dasarnya. Perusahaan dapat membedakan kualitas performa-nya sesuai dengan kebutuhan & keinginan konsumen. Performa harus sesuai dengan pasar sasaran.
Kualitas Konforma. Perusahaan AUTO 2000 termasuk perusahaan yg menjanjikan kualitas konforma yg tinggi. Dengan slogan: “Kami memberi bukti, bukan janji”, menjanjikan bahwa spesifikasi layanan yg dipromosikan benar-benar diterapkan AUTO 2000.
Durabilitas (durability). Durabilitas adalah umur produk yg diharapkan dengan pemakaian yg normal. Ada produk yg menonjolkan tahan lama.
Reliabilitas. Reliabilitas adalah suatu ukuran yg menyatakan kemungkinan produk tidak sedang rusak dalam jangka waktu tertentu. Dengan kata lain, produk yg jarang rusak dapat dikatakan memiliki reliabilitas yg tinggi.
Kemudahan Memperbaiki (Repairability). Ini adalah kemudahan memperbaiki produk kalau sedang rusak.
Gaya (Style). Gaya adalah tampilan produk yg dapat dirasakan konsumen. Diferen ini bersifat subjektif.
Desain. Desain atau rancang bangun sebenarnya mencakup diferen-diferen produk yg lain. Sekali rancangan dibuat, maka didalamnya sudah harus terpikirkan fitur sampai gaya. Dengan demikian, desain adalah totalitas semua diferen yg mempengaruhi penampilan & fungsi operasi produk dari sudut pandang kebutuhan pelanggan.

b. Diferensiasi Layanan Tambahan

Layanan tambahan adalah pelengkap bagi produk utama (barang) yg diberikan sebagai bagian dari penawaran (perjanjian) ataupun sebagai imbalan atas pembelian produk utama. Penjelasan berikut ini berisikan cara-cara mendiferensiasi layanan tambahan tersebut.
Kemudahan Memesan (Ordering Ease). Ini berkaitan dengan seberapa mudah konsumen memesan barang dari perusahaan. Pemasaran lewat internet membedakan diri dalam hal pemesanan. Pelanggan cukup memesan & membayar lewat internet, pesanan pun datang kemudian.
Antaran (delivery). Ini berkenaan dengan seberapa baik produk diantarkan kepada konsumen. Kualitas antaran menyangkut kecepatan, akurasi & kehati-hatian menangani barang. Diferen ini dijadikan sebagai diferen oleh banyak perusahaan furnitur.
Pemasangan (instalasi). Banyak produk yg harus dipasang dulu pada lokasi tertentu baru operasional. Utk produk demikian, maka pemasangan dapat dijadikan sebagai diferen.
Pelatihan pelanggan (customer training). Apabila produk kompleks, pelanggan membutuhkan transfer of knowlegde tentang produk dari perusahaan. Menyadari masalah ini, banyak perusahaan yg menawarkan pelatihan bagi pelanggan yg membeli produknya.
Konsultasi pelanggan (customer training). Ini menyangkut konsultasi mengenai masalah bisnis pelanggan yg terkait atau tidak terkait dengan produk yg dibelinya.
Rupa-rupa layanan (miscelaneous services). Layanan memiliki skop yg tidak terbatas. Pokoknya, apa saja yg bisa memberikan manfaat bagi pelanggan, dapat ditawarkan sebagai sumber diferensiasi. Namun, perlu diingat bahwa manfaat tersebut perlu berbeda, penting & bermanfaat bagi pelanggan.

c. Diferensiasi Personil

Banyak perusahaan yg membedakan produknya dari produk perusahaan lain melalui penekanan pada sumberdaya yg berbeda. Harus diakui memang bahwa diferensiasi personil lebih kena pada perusahaan yg memasarkan layanan & layanan tersebut diberikan orang-orang. Namun, ada juga perusahaan yg memproduksi barang menjadikan personil sebagai sumber diferensiasi. Dalam perusahaan yg murni menghasilkan barang, tentu personil yg terlibat dalam proses produksi tidak terlibat dalam kontak langsung dengan konsumen. Oleh karena itu, diferen yg bisa dipromosikan oleh perusahaan paling kompetensi. Lain halnya kalau personil tersebut berkontak langsung dengan konsumen, dalam menyediakan layanan sebagai produk utama ataupun tambahan. Kalau demikian adanya, maka sumber diferensiasi lebih banyak, yaitu:

  • Kompetensi (competence). Karyawan memiliki pengetahuan & keterampilan yg dibutuhkan.
  • Kesopanan (courtesy). Karyawan penuh kepedulian, bersahabat & menghormati.
  • Kredibilitas (credibility). Karyawan dapat dipercaya.
  • Reliabilitas (reliability). Karyawan memberikan layanan secara konsisten & akurat.
  • Daya tanggap (responsiveness). Karyawan menanggapi masalah & permintaan konsumen secara cepat & tuntas.
  • Komunikasi (communication). Karyawan berusaha memahami konsumen & berkomunikasi secara jelas.

d. Diferensiasi Saluran

Motor Bangau dari Jialing, dalam iklan yg diperankan Rano Karno & Basuki, menekankan ketersediaan spare-part yg tersedia banyak & dimana saja sebagai keunggulan motor itu. Sebenarnya ini merupakan diferensiasi saluran yg menyangkut coverage. Motor Honda lebih lagi. Selain diferenasi coverage, juga dikatakan bahwa montir-montirnya ahli (expertise) & selama ini terbukti keunggulannya (performance). Jadi, diferensiasi saluran distribusi bisa dilakukan melalui cakupan, keahlian & performa. Selama ini, keunggulan motor-motor & mobil-mobil Jepang dari Amerika & Eropa, salah satunya disebabkan oleh keunggulan jaringan bengkel & toko spare-part sampai ke kota-kota kecil. Ini tentu menambah rasa aman konsumen.

e. Diferensiasi Image

Bisakah Anda bedakan mana foto hasil jepretan dengan film Fuji, Kodak, Konica, Agfa atau lainnya. Sebagian besar orang tidak bisa membedakan. Kalau foto bagus atau jelek, yg dipertanyakan orang bukan film yg dipakai, melainkan cara pemotretan. Kalau foto jelek yg dicurigai adalah memotretnya tidak benar. Sebaliknya, kalau foto bagus, bukan film yg dipuji, tetapi orang atau kameranya. Orang awam kurang peduli terhadap diferensiasi film kamera. Karena memang, industri film kamera termasuk stalemate industry. Lalu, kalau sudah begitu, apa produk film tidak bisa melakukan diferensiasi lagi? Bisa, tetapi melalui diferensiasi citra.

 

Sumber : https://seputarilmu.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *